LAGU KE ISTIMEWAAN KOTA YOGYAKARTA:
awal mula terjadi karena keistimewaan jogja karta di hapuskan menjadi pemerintahan ibukota jakarta ..... (^_^) udah gx usah banyak 2 memberikan sejarah... lebih lanjutnya yuk mari dengarkan musik ini....
Ibnu Abbas Ra. berkata: “Aku shalat Idul Fithri bersama Rasulullah SAW dan Abu bakar dan Umar, beliau semua melakukan shalat tersebut sebelum khutbah.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)Dilakukan 2 raka’at. Pada rakaat pertama melakukan tujuh kali takbir (di luar Takbiratul Ihram) sebelum membaca Al-Fatihah, dan pada raka’at kedua melakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda (kebesaran) Allah SWT. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak juga karena kehidupan (kelahiran) seseorang. Apabila kalian mengalaminya (gerhana), maka shalatlah dan berdoalah, sehingga (gerhana itu) berakhir.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah ibnu Amr, bahwasannya Nabi SAW memerintahkan seseorang untuk memanggil dengan panggilan “ashsholaatu jaami’ah” (shalat didirikan dengan berjamaah). (HR Imam Bukhari dan Muslim)Dilakukan dua rakaat, membaca Al-Fatihah dan surah dua kali setiap raka’at, dan melakukan ruku’ dua kali setiap raka’at.
Dari Ibnu Abbas Ra., bahwasannya Nabi SAW shalat istisqo’ dua raka’at, seperti shalat ‘Id. (HR Imam Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)Tata caranya seperti shalat ‘Id.
Dari ‘Aisyah Rda., bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau. Nabi shalat (lagi di masjid) pada hari berikutnya, jamaah yang mengikuti beliau bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat, mereka berkumpul (menunggu Rasulullah), namun Rasulullah SAW tidak keluar ke masjid. Pada paginya Nabi SAW bersabda: “Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan tadi malam, namun aku tidak keluar karena sesungguhnya aku khawatir bahwa hal (shalat) itu akan difardlukan kepada kalian.” ‘Aisyah Rda. berkata: “Semua itu terjadi dalam bulan Ramadhan.” (HR Imam Muslim)Jumlah raka’atnya adalah 20 dengan 10 kali salam, sesuai dengan kesepakatan shahabat mengenai jumlah raka’at dan tata cara shalatnya.
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rakaat (rawatib), yaitu: 2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya, 2 raka’at sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 raka’at sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 raka’at sebelum Shubuh … (HR Imam Bukhari dan Muslim).Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut:
“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dzuhur dan 4 raka’at sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad.
“Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat raka’at sebelum (shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah)Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan Sabda Nabi SAW:
“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)c. Anas Ra berkata:
“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Maghrib…” (HR Imam Bukhari dan Muslim)Nabi SAW bersabda:
“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Maghrib, dua raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)d. Nabi SAW bersabda:
“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)Hadits ini menjadi dasar untuk seluruh shalat sunnah 2 raka’at qobliyah (sebelum shalat fardhu), termasuk 2 raka’at sebelum Isya’.
Dari Ibnu Umar Ra. bahwa Nabi SAW bersabda: “Shalat malam itu dua (raka’at)-dua (raka’at), apabila kamu mengira bahwa waktu Shubuh sudah menjelang, maka witirlah dengan satu raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)3. Shalat Witir di luar Ramadhan
Dari A’isyah Rda., adalah Nabi SAW shalat Dhuha 4 raka’at, tidak dipisah keduanya (tiap shalat 2 raka’at) dengan pembicaraan.” (HR Abu Ya’la)
Dari Abu Hurairah Ra., bahwasannya Nabi pernah Shalat Dhuha dengan dua raka’at (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Dari Ummu Hani, bahwasannya Nabi SAW masuk rumahnya (Ummu Hani) pada hari Fathu Makkah (dikuasainya Mekkah oleh Muslimin), beliau shalat 12 raka’at, maka kata Ummu Hani: “Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada shalat (12 raka’at) itu, namun Nabi tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud beliau.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)5. Shalat Tahiyyatul Masjid
Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.” (HR Jama’ah Ahli Hadits)6. Shalat Taubat
Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang berdosa, kemudian ia bangun berwudhu kemudian shalat dua raka’at dan memohon ampunan kepada Allah, kecuali ia akan diampuni.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lain)7. Shalat Tasbih
Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Adalah Rasulullah SAW mengajari kami Istikharah dalam segala hal … beliau SAW bersabda: ‘apabila salah seorang dari kalian berhasrat pada sesuatu, maka shalatlah dua rakaat di luar shalat fardhu …dan menyebutkan perlunya’ …” (HR Jama’ah Ahli Hadits kecuali Imam Muslim)9. Shalat Hajat
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang, maka wudhulah dan baguskan wudhu tersebut, kemudian shalatlah dua raka’at, setelah itu pujilah Allah, bacalah shalawat, atas Nabi SAW, dan berdoa …” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)10. Shalat 2 rakaat di masjid sebelum pulang ke rumah
Dari Ka’ab bin Malik: “Adalah Nabi SAW apabila pulang dari bepergian, beliau menuju masjid dan shalat dulu dua raka’at.” (HR Bukhari dan Muslim)11. Shalat Awwabiin
Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat setelah shalat Maghrib enam raka’at, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan.” (HR Imam Thabrani)
Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah, dan Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah Ra. Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat enam raka’at antara Maghrib dan Isya’, maka Allah mencatat baginya pahala ibadah 12 tahun” (HR Imam Tirmidzi)12. Shalat Sunnah Wudhu’
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua raka’at, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)13. Shalat Sunnah Mutlaq
Nabi SAW berpesan kepada Abu Dzar al-Ghiffari Ra.: “Shalat itu sebaik-baik perbuatan, baik sedikit maupun banyak.” (HR Ibnu Majah)
Dari Abdullah bin Umar Ra.: “Nabi SAW bertanya: ‘Apakah kamu berpuasa sepanjang siang?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bertanya lagi: ‘Dan kamu shalat sepanjang malam?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bersabda: ’Tetapi aku puasa dan berbuka, aku shalat tapi juga tidur, aku juga menikah, barang siapa tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku’.” (HR Bukhari dan Muslim)Hadits terakhir ini menunjukkan bahwa shalat sunnah bisa dilakukan dengan jumlah raka’at yang tidak dibatasi, namun makruh dilakukan sepanjang malam, karena Nabi sendiri tidak menganjurkannnya demikian. Ada waktu untuk istirahat dan untuk istri/suami.
IANI RIDHA berkata
dimdim berkata
Saya hanya tersenyum dan tetap melanjutkan kebiasaan shalat awabin. apakah tindakan saya salah ? Apakah pendapat Imam Thabrani diatas termasuk kuat ? Terima kasih mohon pencerahan hidayah..
–> Salam kenal mas dim. Kebetulan saya ada catatan tentang shalat sunnah awabin. Ada di sini,
http://orgawam.wordpress.com/2008/03/13/sholat-sunnah-awabin/
Yang saya tahu, Hadits riwayat Ibnu Majah, dan Tirmidzy termasuk kitab hadits yang 6 (enam) yang diakui ke-sahihan-nya. Dua di antaranya, Bukhari dan Muslim, adalah kitab hadits tersahih yang diakui para ulama.
Kami ada catat sumber dari Majelis Rasulullah. Jika ada pertanyaan silakan langsung ke sana. Beliau lebih mumpuni.
Mengenai pertanyaan anda,”Apakah pendapat Imam Thabrani di atas termasuk kuat?”, ada 2 jawaban menurut saya. Pertama, justru pertanyaan dapat dibalik,”Apakah hadits riwayat Imam Thabrani ini ada yang melemahkan?”. Bahkan hadits tersebut malah diperkuat oleh riwayat2 yg lain. Yang kedua, seandainya pun tidak berderajat sahih, dalam madzab Syafi’i masih dapat dipakai sebagai landasan untuk amalan2 sunnah. Asalkan bukan hadits palsu.
Wallahu a’lam.
rekza berkata
A M I N
–> Amien amien amien
Sedang belajar sholat berkata
–> Thanks infonya ..
adiet berkata
–> Amien amien amien
imam berkata
Bisa saya tambahkan mengenai sholat2 sunah yang lain, untuk menambah hasanah keilmuan kita,antara lain :
1.Rak`ataal ihroom (Sholat sunah 2 rakaat Sebelum berihroom di Makah.
2.Rok`ataani ba`dath thowaf ( Sholat sunah 2 rakaat setelah towaf)
3.Ro`ataani `aqobaz zawal ( 2 rokaat setelah waktu zawal )
4.Ro`ataani `indar ruju` min safarih ( 2 rakaat ketika pulang dari bepergian, kerjakan di masjid lebih utama sebelum masuk rumah )
5.Rok`ataani `indal khuruujih min manzilih lisafar ( 2 rakaat ketika akan keluar dari rumah untuk bepergian )
6.Rok`ataani qobel qotlih (2 rokaat sebelum berperang, jika mungkin )
7.Rok`ataani ba`da khuruuji minl khammaam ( 2 rokaat setelah keluar dari kamar mandi )
8.Roka`ataani `inda khuruujih min masjidin nabiyyi shol`am ( 2 rokaat ketika akan keluar dari masjid nabi/nabawi)
9.Rok`ataani `inda `aqd nikah ( 2 rokaat ketika akan akad nikah )
10.Rok`ataani fil ardi lam ya`budillaha fiihaa ( 2 rokaat di bumi yang tidak ada orang (jarang orang) yang beribadah kepada Allah)
Untuk admin, coba saudara cek hadits ke-2 yang menerangkan tentang sholat Al-Awwaabiin, barangkali salah tulis maknanya di kata – Maka Allah mencatat baginya ibadah 12 rokaat (HR.Tirmidzi), Kalau disandingkan dengan hadits ke-1 (diatasnya) kok terasa jauh imbalan pahalanya. Hadits pertama,mempunyai maksud,mengerjakan sholat awwabiin 12 rokaat, maka akan diampuni dosa2nya walaupun sebanyak buih di lautan.
Sedangkan di hadits ke-2,mempunyai maksud, jika mengerjakan sholat awwaabiin 6 rokaat maka berpahala 12 rokaat.
Hadits ke-1 dan ke-2, sama mengerjakan sholat awwaabiin 12 rokaat, kok pahalanya tidak berimbang.
dikitab saya hadits lengkapnya berbunyi,Kata Nabi SAW :
من صلي ست ركعات بين المغرب و العشاء كتب الله له عبادة اثنتي عشرة سنة . رواه الترمذى
Artinya,
,” Barangsiapa sholat 6 rokaat antara sholat Maghrib dan Isya (Sholat Awwaabiin ) maka Allah akan mencatat baginya pahala ibadah 12 tahun. HR. Imam Turmudzi.
Di akhir hadits tertulis sanah ( سنة) bukan roka`aatin ( ركعات
–> terima kasih .. sudah saya betulkan.
imam berkata
Fungsi sholat sunah itu antara lain -litakmiilil farooidi bal waliyaquuma fil aakhiroh maqooma maa taroka minhaa -Untuk menyempurnakan sholat2 wajib bahkan di akherat dapat menggantikan kedudukan dari sholat wajib yang tertinggal karena udzur.- walaa yaquumu maqoomal fardi sae`un fid dunyaa – tetapi di dunia ,dia (sholat sunah)tidak dapat menggantikan kedudukan sholat wajib.Jadi kalau di dunia meninggalkan sholat wajib tetap berdosa.Di dunia sholat wajib tidak dapat digantikan/diqodlo oleh sholat sunah.
Fain kaana `alahi fardun qooma kullu sab`iin roka`ah minan nafli maqaama birok`atil fardi fi aakhiroti – di akherat, apabila seseorang mempunyai tanggungan/hutang sholat wajib maka 70 rokaat sholat sunah dapat menutupi satu ( 1 ) rokaat sholat wajib.
( bisa saudara baca di kitab irsyaadul `ibaad ilaa sabiilir rosyaad bab fadlush sholaatil maktuubah dan kitab tanwiirul quluub bab/ fasal fi sholaatin nafli )
Oleh karenanya perbanyaklah sholat sunah di samping kewajiban sholat wajib. Semoga kita mendapat taufik dan hidayahnya.Amiin.
imam berkata
Sama-sama mengerjakan sholat awwabiin 12 rokaat, maksudnya 6 rakaat (mohon maaf salah ketik )
Jadi tegasnya sholat awwabiin yang saya maksud adalah 6 rokaat bukan 12 rokaat.Sukron lakum.
Deni berkata
Terima kasih sebelumnya
–> Kebetulan saya ada temukan masalah anda dgn jawaban dari habib munzir di sini,
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=15099#15099
mengenai shalat tahajjud berjamaah adalah ikhtilaf ulama, namun pendapat mereka disatukan dalam satu kalimat saja : “Maa Yusann” (Tidak disunnahkan), karena Rasul saw pernah melakukannya lalu melarangnya, Rasul saw shalat di masjid dan diikuti para sahabat, lalu kemudian Rasul saw tak keluar hingga para sahabat ramai menanti dan memanggil beliau saw, maka beliau saw keluar dengan marah, seraya bersabda : shalatlah dirumah kalian masing masing, sungguh sebaik baik shalat seseorang adalah dirumahnya selain shalat fardhu” (Shahih Bukhari Bab Adab)
namun sebagian ulama mengatakan boleh boleh saja karena tak ada larangannya, namun sebagian lain mengatakan boleh namun tidak mendapat pahala jamaah, namun adapula ulama yg mengatakan boleh dan mendapat pahala jamaah,sebagian lain hanya mengatakan boleh dan berpahala yaitu yg hanya dikerjakan di bulan ramadhan saja yaitu tarawih, karena ada contoh dari Khalifah Umar ra dan disepakati Jumhur sahabat radhiyallahu’anhum yg ada saat itu, kesemua pendapat ini adalah pada madzhab syafii.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a’lam.
Semoga manfaat.
Deni berkata
Saya masih belum faham maksud ‘khilaf di antara para ulama’. Maksudnya, khilaf di antara ulama syafi’iyah? Atau, sunnah menurut ulama shafi’iyah dan tidak sunnah menurut ulama yang lain?
Saya pernah ikut tahajjud bersama karena tertarik dengan suasana syahdu shalat dan juga oleh baiknya bacaan imam yang memimpinnya.
(Ketika itu yang mengimami seorang ustadz bermadzhab syafi’i).
Nuhun
–> menurut persepsi saya .. hal ini telah dijelaskan dikalimat terakhir,”…….kesemua pendapat ini adalah pada madzhab syafii.”
Wallahu a’lam.
Anton Budiwan berkata
–> Fathul Mu’in karya Zainudin al Malibari, sebuah kitab fiqih dalam madzab Syafii. Sekarang ada terjemahnya. Ada juga terjemah Fathul Qarib.
Karscirebon berkata
Imam berkata
وهو مالا يتقيد بوقت ولاسبب ولاخصر لعددها فإن الصلاة أفضل العبادات البدنية
” Adalah sholat yang tidak terikat oleh waktu,sebab, dan jumlah bilangannya.Maka sesungguhnya sholat adalah sebaik2nya ibadah badaniyah.”
فإن نوي أكثر من ركعتين فله أن يتشهد في كا ركعتين وفي كل أربع وهكذا ويقرأ السورة فيما قبل التشهد الأول فقط, فإن لم يتشهد إلا الأخير سن له أن يقرأ لبسورة في كل ركعة.والأفضل في النفل أن يصلي كل ركعتين بتسليمة.
“Maka Apabila berniat (sholat sunah mutlaq- dalam hal ini) lebih dari dua rokaat maka hendaklah baginya membaca tasyahud pada tiap2 dua rokaat dan pada tiap2 empat rokaat seperti itu, dan membaca surat sebelum membaca tasyahud awal saja.
Maka apabila tidak membaca tasyahud kecuali pada tasyahud akhir maka disunahkan baginya membaca surat(setelah membaca surat Al-Fatihah)pada tiap2 rokaat.
Dan yang utama pada sholat sunah adalah sholat pada tiap2 dua rokaat dengan salam.
Jadi sholat sunah mutlaq boleh dilaksanakan di masjidil haram, masjid nabawi dan lain lain.
madd berkata
Avonthea berkata
Alhamdulillah…
allysa berkata
bella berkata
Andi Rosihan Hakim berkata
abi adyth berkata
Wambang berkata
Ustadz Yth,
Dalam melaksanakan sholat sunnah malam, saya melaksanakan sbb:
1. Sholat Tahajud (2 rakaat)
2. Sholat Taubat (2 rakaat)
3. Sholat Istikharoh (2 rakaat)
4. Sholat Hajad (2 rakaat)
5. Sholat Witir (3 rakaat)
Selama ini saya belajar shollat sunnah secara otodidak, jadi pelaksanaan sholat malam tersebut tanpa ada bimbingan dari guru/kiai, sehingga tidak ada yang mengijazahi.
Mohon penjelasan:
1. apakah sholat-sholat diatas, boleh dilaksanakan dengan urutan seperti diatas itu?
2. yang lebih afdol, mengingat sholat 2,3&4 diatas bisa dilaksanakan disiang hari, apakah sebaiknya sholat 2,3&4 tidak usah dilaksanakan diwaktu malam, namun diganti semuanya dengan sholat tahajud saja (sholat tahajud 8 rakaat)?
3. Sehabis sholat witir, saya biasanya membaca wirid :
– Istighfar
– Sholawat Nariyah
– Al Fatekah
– Ayat Qursy
– 2 ayat terkhir Surat Al Baraah
– Al Ikhlas
– Al Falaq
– An Naas
– Do’a Nurun Nubbuwah
– Do’a (hajad)
4. Mohon penjelasan, apakah wirid diatas sudah baik? bila belum saya mohon pencerahan Ustadz.
5. Mohon penjelasan, berapa Bilangan “Jumlah Wirid” yang baik untuk sholat malam :
– Istighfar (…. kali)
– Sholawat Nariyah (…. kali)
– Al Fatekah (…. kali)
– Ayat Qursy (…. kali)
– 2 ayat terkhir Surat Al Baraah (…. kali)
– Al Ikhlas (…. kali)
– Al Falaq (…. kali)
– An Naas (…. kali)
– Do’a Nurun Nubbuwah (…. kali)
Sebaiknya masing-masing dibaca berapa kali?
Mohon petunjuk Ustadz.
Saya berharap agar petunjuk Ustadz tersebut mohon dikirim juga ke alamat email saya.
Demikian pertanyaan-pertanyaan ini saya sampaikan.
Atas pencerahan Ustadz, saya mengucapkan terima kasih.
Bekasi, 12 Juni 2009.
Wassalam,
WAMBANG
–> Wa’alaikum salam wrwb. Salam kenal .. saya pun masih belajar, dan jauh dari kategori ustadz. Mohon maaf.
Semua shalat2 di atas ada tuntunannya. Mengenai urutan shalat ,.. hal itu tak harus “pokoknya” begini begitu, hanya shalat witir adalah yg terakhir. Demikian yang kami ketahui.
Ada waktu-waktu mustajab .. antara lain adalah sepertiga malam terakhir. Sangat baik diisi dengan shalat tahajud ataupun shalat lain.
Bacaan wirid/dzikir/shalawat ada banyak hujah/dalil yang menyertainya dari baginda Rasul saw. Monggo silakan diteruskan. Dzikir sekian kali dan sekian kali, insya Allah ada tuntunannya. Jika ingin mengetahui ada terjemah kitab al adzkar karya imam nawawi, atau kitab2 yang lain. Monggo kalau ingin mendalami.
Saya ada referensi live jika ingin bertanya lebih lanjut (http://majelisrasulullah.org) Silakan bertanya di sana.. semoga mendapat jawaban yang lebih memuaskan.
Mohon maaf kalau ada kekurangan dan kesalahan. Semoga manfaat.
Iwan berkata
saya juga lagi belajar Islam dengan baik dan benar..
di Internet banyak sekali ditemui referensi” yang bagus.
setidaknya dzikir yang di sukai Allah adalah
Subhanallah walhamdulillah Wala ilahailallah Wallahu Akbar..
dalam hadis yang disebutkan, boleh dibaca bebarengan ataupun pisah pisah, Rasul dalam suatu hadis mengajarkan untuk melakukan 33x setiap habis shalat.
dan barang siapa yang mengucapkan.
“La ilaha Ilallah wahdahula Syarikalah. Lahul Mulkuwalahul hamduyuhyi wayumitu wahuwa ala kulli syai’in khadir” di sebutkan dalam hadis juga apabila membaca 10 x setelah shalat wajib maka akan diberi kebaikan. (maaf saya tidak hapal riwayatnya). bolehlah di searching di google dengan tag dzikir dan tasbih
kalau saya sendiri urutannya.
1. baca istighfar..
2. baca La ilaha Ilallah wahdahula Syarikalah. Lahul …
3. dzikir kalimat tasbih, subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, wala ilahailallah 33x, allahuakbar 33x, dalam hadist juga disebutkan ditutup bacaan hamdalah.
4. shalawat kepada nabi. semuanya bagus walaupun pendek bacaan. Peranah suatu riwayat Rasul menyampaikan kepada orang buta untuk membaca shalawat Sholallahu ala Muhammad .
5. Doa kedua orang tua, doa hajat.
6. Al Fatihah 3x, Al Ikhlas 3x, Al Falaq 3x
5. Saya tutup pake sujud syukur Subhanallah walhamdulillah wala ilaha Ilallah Wallahu Akbar 3x
…………..
Wambang berkata
Salam,
WAMBANG
Herdi berkata
anymous berkata
terimakasih atas ilmunya :)
Noor Ali Latief Rachman berkata
Lhipie berkata
–> Setahu saya ada, namun kurang ditekankan sebagaimana sesudah maghrib.
Imam berkata
أحمد وأبو داود عن عبد الله المزني صلوا قبل المغرب ركعتين لمن شاء
Hadits riwayat dari Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Abdullahi Almuzani : Sholatlah kamu dua rokaat sebelum sholat magrib bagi orang yang menghendakinya.
Wambang berkata
terimakasih atas kiriman artikel yg sangat bagus ini
hajar berkata
tapi kok masih ada yang masih kurang setuju
dwi berkata
Ardi Supriadi berkata
kaos muslim berkata
Terima kasih infonya…
stainless tanks berkata
Tapi kenapa pada shalat tarawih dilakukan dengan cara berjamaah,
bukannya shalat tarawih itu juga termasuk shalat sunah??
Mohon dijelaskan.
Trima kasih.
Imam berkata
ثم النوافل من حيث طلب الجماعة قسمان : الأول ماتسن فيه الجماعة كصلاة العيدين والكسوفين والإستسقاء والتراويح والوتر في رمضان, والثاني مالا تسن فيه الجماعة وهو ماعدا ذلك
“Kemudian sholat nawafil (sunah) di bagi menjadi dua dari kategori jama`ahnya yaitu :
Pertama, Sholat sunah yang disunahkan berjama`ah, seperti sholat dua Id, sholat dua gerhana, sholat minta hujan, taraweh dan witir di bulan romadhon.
Kedua, sholat sunah yang tidak disunahkan berjamaa`ah yaitu selain itu semuanya.
lutfi ahmad berkata
–> Wangalaikum salam wrwb. Kebetulan kami barusan menulis tentang shalat tasbih di sini. Silakan disimak.
zulfadli rais berkata
–> maaf ..setahu saya shalat dhuha itu dilakukan sendiri-sendiri.
abdul ghofur berkata
abdul ghofur berkata
suroto berkata
–> wangalaikum salam wrwb. silakan..
suroto berkata
–> shalat sunnah awabin adalah ba’da maghrib. Bukan shalat dluha. Saya kira hadits di atas sudah jelas maknanya. Ada shalat dluha sendiri, ada shalat awabin sendiri. Lebih jauh shalat awabin, lihat keterangan di sini.
HendriCk berkata
sangat membantu sekali..
Kalau boleh saran, sekalian niat-niatnya..
Karena seperti saya ini yang masih baru mengenal shalat perlu tau untuk melaksanakan itu semua..
sekalian saya minta izin mengcopy filenya untuk keluarga saya..
terima kasih.
Wassalam.
–> silakan .. semoga bermanfaat.
Anis berkata
Muhammad Akbar berkata
abdullah syahir berkata
saya kepingin tahu tentang syarat dan bacaan dalam shalat taubat,
Berry Frima berkata
azka_arya berkata
Saya ingin tahu shalat sunnah 2 rakaat apa yang dilakukan sebelum jima’ pada malam pertama? kok harus berjamaah
rudiantho gultom berkata
Rizky Deki berkata
–> amien. terima kasih. semoga demikian juga dengan anda.
Farasyah adnia berkata
Aditya berkata
iqbal berkata
di hadistnya itu menyebutkan “Shalatlah kalian sebelum (shalat) Maghrib, dua raka’at.” dan “Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.”
–> setahuku boleh saja. Asal telah masuk waktu.
iqbal berkata
–> maaf .. kl ingin jawaban lebih mantab, mohon ke yg lebih ahli. Yang saya tahu adzan itu tanda panggilan shalat (untuk shalat berjamaah), bukan tanda (persisnya) masuk waktu shalat. Kadang ada adzan yang dilakukan agak jauh dari waktu masuk shalat. Sehingga dimungkinkan shalat qabliyah sebelum masjid (di kampung misalnya) ada adzan. Bahkan jika semua orang sibuk di sawah, bukan tak mungkin siang-siang tidk ada adzan di masjid. Lhaa tak ada orang.
wallahu a’lam.
putry berkata
ustadz,dalam sholat hajat ada waktu-waktu yang terlarang yang tidak boleh kita kerjakan.”
apa maksud dan kapan waktu terlarang itu?
–> wangalaikum salam wrwb. Ada waktu-waktu yang di larang shalat, termasuk shalat hajat. Maaf .. saya belum sempat posting. Mohon doa.
hendyka7 berkata